28Mar

  • By admin
HENTIKAN PENYEBARAN VIRUS COVID 19

HENTIKAN PENYEBARAN VIRUS COVID 19 »

Berkaitan dengan upaya menghentikan penyebaran virus covid-19,  melalui berbagai media pemerintah dan masyarakat umum sudah gencar melakukan sosialisasi cuci tangan dengan sabun dan penggunaan hand sanitizer (hs). Sebetulnya mana sih yang lebih baik hs atau cuci tangan. Apa sih perbedaannya, apa perlu keduanya atau seberapa sering  kita harus melakukannya.

Tangan adalah bagian dari tubuh kita yang paling banyak kontak dengan orang lain, benda-benda dan dengan tubuh kita sendiri. Kita tidak menyadari ternyata seringkali tangan kita bersentuhan dengan wajah, mata atau mulut kita. oleh karena itu kebersihan tangan sangat perlu diperhatikan apalagi ketika terjadi wabah penyakit yang diakibatkan oleh mikroorganisme  (bakteri, jamur dan termasuk virus walaupun virus bukanlah mahluk hidup/organisme), karena virus hanya dapat hidup dan memperbanyak diri pada organisme lain. Tetapi virus juga memiliki kemampuan untuk bertahan dalam berbagai tempat dalam beberapa waktu tergantung pada bahan dimana virus itu menempel. Apalagi virus corona termasuk virus yang beramplop.

Apakah lebih baik menggunakan HS atau apakah kita lebih baik memilih mencuci tangan dengan air dan sabun. Pada dasarnya keduanya adalah langkah yang lebih baik untuk menghindari transmisi virus dan bakteri patogen daripada kita tidak melakukan keduanya. Tentunya kalau ditanya bagaimana efektifitasnya maka keduanya punya kelebihan dan keterbatasan

Kelebihan dari HS adalah mudahnya dan praktis untuk dibawa kemana-mana dan mudah digunakan ketika sedang berpergian dan ini akan membantu kita untuk menghindari infeksi. HS efektif untuk membunuh beberapa mikroba, virus dan bakteri walaupun tidak semua jenis. Menurut CDC hs efektif terhadap semua virus kecuali norovirus penyebab diare dan beberapa jenis bakteri tertentu penyebab diare seperti Clostridium difficile.  Kekurangan HS adalah adanya kemungkinan meninggalkan residu atau meninggalkan perasan kurang enak seperti terasa lengket atau pada beberapa orang menimbulkan reaksi alergi atau iritasi. Beberapa produk hs sudah memenuhi uji standar SNI.

Menggunakan Handsanitizer berbasis alkohol minimal alkohol 60 %. menjadi pilihan karena kemampuannya membunuh banyak virus dan mikroorganisme pathogen. Disamping itu alkohol dalam HS berfungsi sebagai pengawet sehingga meminimalkan kontaminan bakteri lain. Jangan menggunakan HS jika tangan kotor atau berminyak, seperti setelah berkebun, bermain di ruang terbuka, dll. Tetapi hati-hati ya karena berbahan dasar alkohol maka jauhkan dari api dan jangan sampai tertelan.

Mencuci tangan dengan air dan sabun memiliki kelebihan karena dapat menghilangkan residu sabun, debris sisa-sisa bakteri atau virus dengan air yang mengalir. Sabun biasa tanpa anti bakteri pun pada dasarnya sudah cukup. Oleh karena itu HS digunakan jika tidak memungkinkan untuk mencuci tangan. Penggunaan HS atau antiseptic termasuk desinfektan lain pun perlu dilakukan secara bijaksana dan tidak dilakukan secara berlebihan karena potensi akumulasi residu, pencemaran lingkungan dan membuat bakteri dan virus justru malah resisten.

Berapa kali dan kapan kita harus mencuci tangan.  Sebaiknya kita mencuci tangan setelah melakukan aktivitas sebagai berikut:

  1. sebelum, selama dan setelah menyiapkan makanan
  2. sebelum makan
  3. setelah menangani orang yang sakit muntah atau diare
  4. sebelum dan setelah mengobati luka
  5. setelah menggunakan atau membersihkan toilet/kamar mandi
  6. setelah menggantikan popok anak
  7. setelah batuk dan bersin
  8. setelah bersentuhan dengan hewan
  9. setelah membuang sampah

Jika kita tidak menemukan air dan sabun kita bisa menggunakan HS.

Jangan lupa selain  menjaga kebersihan diri, kita juga perlu menjaga kebersihan lingkungan. Kita harus membersihkan rumah kita dengan melakukan desinfeksi permukaan yang ada dirumah. Bersihkan dan disinfeksi permukaan yang sering disentuh setiap hari, seperti meja, gagang pintu, sakelar lampu, gagang, meja, telepon, keyboard, toilet, keran, dan bak cuci dll.  Jika permukaannya kotor, bersihkan terlebih dulu dengan menggunakan deterjen atau sabun dan air sebelum disinfeksi. Kita juga bisa membuat desinfektan dari larutan pemutih pakaian atau kaporit  yang ada dirumah. Campurkan 4 sendok teh pemutih per liter air. Hal penting yang harus diperhatikan adalah,  Ikutilah instruksi pabrik (tertera di wadah) untuk penggunaan dan ventilasi yang tepat. Periksa untuk memastikan produk tidak melewati tanggal kedaluwarsa. Jangan sekali-kali mencampur pemutih rumah tangga dengan amonia atau bahan pembersih lainnya. Pemutih rumah tangga yang tidak kadaluwarsa akan efektif melawan virus corona bila diencerkan dengan benar. Jangan lupa gunakan sarung tangan ya ketika membersihkan rumah dan mencuci tangan setelahnya.

Disamping mencuci tangan dan penggunaan HS, cara untuk memerangi penyebaran COVID-19 dan pathogen lain, adalah dengan meningkat sistem pertahanan tubuh kita. Secara  alami kita memiliki tiga sistem pertahanan tubuh, pertahan pertama adalah sistem petahanan tubuh yang akan menghalangi atau memblokir jalan masuknya mikroba pathogen ke dalam tubuh. Struktur anatomi tubuh kita seperti kulit, sistem pernafasan dan pencernaan sudah dilengkapi dengan zat kimia yang dapat membunuh atau menghambat masuknya mikroba dan virus pathogen ke dalam tubuh, misal air mata kita mengandung lisozim, air liur juga banyak terkandung enzim-enzim yang akan mempersulit hidup bagi mikroba pathogen dimulut dan lambung kita sangat asam pH 1,5 -3,5 yang salah satu fungsinya adalah menghancur mikroba pathogen yang tertelan. Sistem pembuangan keringat, sistem urine dan feses adalah cara mekanis tubuh kita mengeluarkan bahan berbahaya keluar tubuh, termasuk batuk, bersin dan muntah. Lapis pertahanan kedua adalah cairan dan sel-sel protektif dalam tubuh  kita yang fungsinya adalah melindungi tubuh kita selama 24 jam, tugas mereka memindai, menemukan dan menghancurkan mikroba pathogen yang masuk dalam tubuh kita melalui  jaringan limfatik diseluruh tubuh kita yang letaknya berdampingan dengan system pembuluh darah, seperti proses pagositosis, Inflammatory response, interferon dll.  Lapis ketiga yang bersifat spesifik seperti sel T, sel B dan antibodi/immunoglobulin yang bertugas sama memerangi musuh yang masuk dalam tubuh dengan cara yang unik dan kompleks serta bersifat memori yaitu mencegah reinfeksi pada orang yang sama. Ketiga sistem pertahanan tubuh tersebut   bekerja sama saling menunjang. Sistem imun kita akan baik jika asupan gizinya juga baik dan memiliki pola hidup yang teratur dan sehat.

Bagaimanapun tidak perlu terlalu cemas atau panik menghadapi kasus infek COVID-19 tetapi juga jangan menganggap remeh karena ingat ini sudah pandemik, bentuk tramisi penyakit yang sudah meluas. Oleh karena itu sangat penting bagi kita semua untuk mengikuti  aturan dan instruksi dari  pemerintah seperti social distancing, isolasi diri jika kita merasa kurang sehat. Hal tersebut adalah upaya paling mudah untuk memutuskan rantai penyebaran Virus Covid-19.Dengan bekerja sama  seluruh anggota masyarakat semoga masalah ini dapat diatasi dengan tuntas. Jangan lupa kita juga berdoa kepada ALLAH SWT, semoga semua musibah ini bisa segera berlalu.

 

Sumber:

https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/prepare/prevention.html. 23 maret 2020;11:37

Talaro, Kathleen P., author. | Chess, Barry, author. FOUNDATIONS IN MICROBIOLOGY.

 

comments powered by Disqus